Jakarta | Buserinvestigasi24.com
Sutan Nasomal meminta Presiden Republik Indonesia serta Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mengambil langkah serius dan cepat dalam mengupayakan pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan ditahan oleh pasukan militer Israel di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Rabu (20/05/2026)
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal menyusul beredarnya kabar mengenai penangkapan sejumlah WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla.
Adapun sembilan WNI yang dilaporkan berada dalam rombongan tersebut yakni:
Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa),
Kapal Zapyro
Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat), Kapal Josef
Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso), Kapal Kasr-1
Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171), Kapal Kasr-1
Bambang Noroyono (Republika), Kapal BoraLize
Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (GPCI – iNewsTV), Kapal Ozgurluk
Menurut Prof. Sutan Nasomal, situasi konflik yang memanas antara Israel dan Iran membuat seluruh kawasan berada dalam pengawasan ketat militer, sehingga setiap pergerakan warga negara asing di wilayah konflik berpotensi menghadapi tindakan keamanan dari pihak berwenang setempat.
“Kondisi perang membuat pengawasan keamanan semakin ketat. Karena itu, pemerintah Indonesia harus bergerak cepat melalui jalur diplomasi untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di kawasan konflik,” ujar Prof. Sutan Nasomal kepada tim media.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara perusahaan media dan pemerintah pusat apabila terdapat jurnalis Indonesia yang ditugaskan meliput di wilayah perang atau zona konflik internasional.
“Seharusnya perusahaan media di Indonesia memberikan pemberitahuan resmi kepada pemerintah pusat apabila ada wartawan atau jurnalis yang ditugaskan memasuki wilayah konflik. Dengan demikian, Kementerian Luar Negeri dapat lebih awal melakukan komunikasi diplomatik kepada negara terkait guna memberikan perlindungan terhadap WNI,” jelasnya.
Prof. Sutan Nasomal turut meminta Presiden RI segera menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan langkah diplomasi intensif melalui negara-negara sahabat yang memiliki hubungan baik dengan Israel, termasuk negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika.
Ia berharap pendekatan diplomatik tersebut dapat membuka jalan bagi pembebasan seluruh WNI yang saat ini dikabarkan berada dalam tahanan pihak militer Israel.
“Presiden RI diharapkan segera mengutus Kementerian Luar Negeri untuk melakukan komunikasi diplomatik melalui negara-negara sahabat agar seluruh WNI yang saat ini ditahan dapat segera dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat,” tegasnya.
Situasi ini pun menjadi perhatian serius publik Indonesia, khususnya terkait perlindungan warga negara di kawasan konflik internasional. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah cepat, terukur, dan diplomatis demi memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di wilayah rawan konflik.
Narasumber:
Prof.Dr.Sutan Nasomal, SH.,MH.






















