Prof.Sutan Nasomal: Presiden RI Harus Waspada, Jangan Terjebak Permainan Kepentingan Elit Global

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Dinamika geopolitik internasional dalam beberapa waktu terakhir dinilai semakin memanas dan berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Berbagai konflik dan persaingan antarnegara besar disebut tidak terlepas dari perebutan pengaruh politik, ekonomi, serta penguasaan sumber daya alam strategis.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., yang menilai bahwa meningkatnya ketegangan global harus menjadi perhatian serius bagi Indonesia agar tidak terseret ke dalam pusaran kepentingan negara-negara besar.

Menurutnya, munculnya kelompok negara BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Ethiopia, Mesir, Iran, Uni Emirat Arab, serta Indonesia yang bergabung pada 2025, telah menghadirkan poros ekonomi baru yang menjadi pesaing kekuatan ekonomi Barat.

Prof. Sutan menilai perkembangan pesat China dalam bidang teknologi, industri, dan perdagangan telah mengubah peta persaingan ekonomi global. Produk-produk teknologi dan manufaktur China kini mampu bersaing di berbagai pasar dunia, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga industri berteknologi tinggi.

“Persaingan ekonomi global saat ini tidak lagi hanya soal perdagangan, tetapi juga menyangkut pengaruh politik, energi, dan penguasaan sumber daya alam strategis,” ujarnya kepada media.

Ia berpendapat bahwa berbagai konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ekonomi dan energi. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pusat cadangan minyak dan gas dunia yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi global.

Menurut Prof. Sutan, negara-negara besar berupaya mempertahankan pengaruhnya melalui berbagai strategi politik dan ekonomi. Karena itu, negara-negara berkembang harus memiliki kemandirian dan ketahanan nasional yang kuat agar tidak menjadi korban dari pertarungan kepentingan global.

Baca Juga:  Horor Antrean BBM Jadi Dilema Masyarakat, Prof. Sutan Nasomal Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya Indonesia menjaga posisi strategisnya di tengah perubahan tatanan dunia. Menurutnya, pemerintah perlu mengedepankan kepentingan nasional dengan memperkuat sektor ekonomi, ketahanan pangan, energi, serta pengelolaan sumber daya alam secara optimal.

“Indonesia harus mengutamakan kepentingan rakyat dan menjaga stabilitas nasional. Jangan sampai terseret terlalu jauh dalam pertarungan kepentingan global yang dapat merugikan bangsa sendiri,” katanya.

Prof. Sutan juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin merupakan modal penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas negara. Karena itu, kebijakan yang diambil pemerintah harus selalu berpihak kepada kesejahteraan rakyat serta mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Ia berharap pemerintah terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, memperkuat diplomasi yang seimbang, serta menjaga hubungan baik dengan seluruh negara tanpa kehilangan kemandirian dalam menentukan arah pembangunan nasional.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan potensi besar untuk menjadi bangsa yang kuat. Yang diperlukan adalah pengelolaan yang bijaksana, sikap yang tenang, serta kemampuan membaca perubahan dunia dengan cermat,” tutupnya.

Narasumber:

Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, serta Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus.

Berita Terkait

Prof.Dr.Sutan Nasomal Imbau Organisasi Pers Perkuat Sertifikasi dan Kompetensi Profesi Wartawan
Ratusan Warga Kembali Kepung Ampang-Ampang PT CAS, Desak Pengembalian 92,8 Hektare Lahan yang Tak Kunjung Tuntas
Pria 25 Tahun Diamankan Usai Diduga Setubuhi Anak Di Bawah Umur di Pkl.Kuras Pelalawan
Prof. Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Wujudkan Harapan Masyarakat: Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Prof.Dr.KH. Sutan Nasomal Desak Presiden Minta Gubernur Jabar Segera Tuntaskan Pembangunan RSUD Limbangan
Prof.Sutan Nasomal Sambut Positif Patroli Skala Besar Polres Pekalongan Kota, Antisipasi Street Crime dan Balap Liar
Prof.Dr.KH. Sutan Nasomal Sambut Hangat Babak Baru PGRI Aceh Singkil, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Pendidikan Berkualitas
Prof.Dr.Sutan Nasomal Dorong Presiden Rawat dan Fungsikan Kembali Gedung Juang 45 Menteng
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:13

Prof.Dr.Sutan Nasomal Imbau Organisasi Pers Perkuat Sertifikasi dan Kompetensi Profesi Wartawan

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:26

Ratusan Warga Kembali Kepung Ampang-Ampang PT CAS, Desak Pengembalian 92,8 Hektare Lahan yang Tak Kunjung Tuntas

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:32

Pria 25 Tahun Diamankan Usai Diduga Setubuhi Anak Di Bawah Umur di Pkl.Kuras Pelalawan

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:56

Prof. Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Wujudkan Harapan Masyarakat: Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:12

Prof.Dr.KH. Sutan Nasomal Desak Presiden Minta Gubernur Jabar Segera Tuntaskan Pembangunan RSUD Limbangan

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:08

Prof.Dr.KH. Sutan Nasomal Sambut Hangat Babak Baru PGRI Aceh Singkil, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Pendidikan Berkualitas

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:02

Prof.Dr.Sutan Nasomal Dorong Presiden Rawat dan Fungsikan Kembali Gedung Juang 45 Menteng

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:37

PROF.DR.SUTAN NASOMAL : BIJAK MEMAKNAI UNGKAPAN “LONDO IRENG” SANGAT PENTING, KARENA SEJARAH HARUS MENJADI CERMIN

Berita Terbaru