Sukabumi Raya – Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menginstruksikan seluruh kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota untuk bersinergi membangun serta merawat kawasan pantai di seluruh Indonesia agar menjadi destinasi wisata yang indah, aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Menurut Prof. Sutan Nasomal, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki salah satu garis pantai terpanjang di dunia, dengan panjang mencapai sekitar 99.083 kilometer hingga lebih dari 108.000 kilometer berdasarkan berbagai data geospasial nasional. Potensi tersebut dinilai sebagai aset strategis yang harus dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata nasional.
“Pantai-pantai di Indonesia harus ditata dengan baik agar menjadi ruang rekreasi keluarga yang nyaman sekaligus sarana edukasi bagi anak-anak untuk mencintai alam dan lingkungan. Penataan kawasan dapat diperkaya dengan sentuhan seni, seperti ornamen berbentuk jamur, satwa, taman bermain, pencahayaan yang menarik, serta penyediaan fasilitas umum, termasuk toilet yang bersih dan memadai,” ujar Prof. Sutan Nasomal saat memberikan tanggapan kepada sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan media daring, Kamis (09/07/2026), dari kantor pusat Partai Oposisi Merdeka di kawasan Cijantung, Jakarta.
Ia menilai pembangunan kawasan pantai memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Pendanaan dapat dilakukan secara terpadu melalui APBN maupun APBD sesuai kewenangan masing-masing.
Prof. Sutan Nasomal juga menegaskan bahwa setiap kawasan pantai memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola secara profesional. Selain mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), pengembangan destinasi wisata pantai juga dapat membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Secara khusus, ia menyoroti kawasan Pantai Pelabuhan Ratu sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata unggulan nasional.
Menurutnya, Asep Japar memiliki peluang untuk menghadirkan penataan kawasan yang lebih modern, tertata, dan berdaya saing sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan wisata pantai berbasis edukasi, budaya, dan kelestarian lingkungan.
Selain itu, Prof. Sutan Nasomal mengusulkan agar setiap peringatan hari-hari besar nasional dapat diisi dengan berbagai kegiatan di kawasan pantai, seperti festival seni budaya, perlombaan masyarakat, edukasi lingkungan, hingga kegiatan pelestarian alam. Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak membiarkan kawasan pantai menjadi kumuh, rusak, atau kehilangan daya tarik akibat kurangnya perhatian dan penataan.
“Pantai merupakan anugerah alam yang memiliki nilai sejarah, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Karena itu, diperlukan komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga, merawat, dan mengembangkannya demi kepentingan generasi sekarang maupun generasi mendatang,” tegasnya. (Jono.Ms)
Narasumber :
Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum YPLBH Profesor Doktor Sutan Nasomal, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates), serta Pengasuh Pondok Pesantren ASS SAQWA PLUS.




















