Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Perintahkan Wapres Gibran Audit 32 Ribu Korban Banjir Bireuen, Baru 4.000 Tersalur Diduga “Ngapung”

- Penulis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN, ACEH DARUSSALAM — 14-8-2026

Disinyalir adanya persoalan serius dalam tata kelola penyaluran bantuan pascabanjir di Kabupaten Bireuen, Aceh, memicu polemik setelah munculnya selisih data distribusi yang sangat signifikan. Berdasarkan informasi yang bersumber dari pernyataan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, dari total 32.000 warga terdampak banjir, baru sekitar 4.000 korban yang dilaporkan telah menerima bantuan. Kondisi ini menyisakan tanda tanya besar mengenai status penanganan 28.000 korban lainnya yang diduga belum tersentuh bantuan logistik.

Ketimpangan data tersebut langsung memicu reaksi keras dari publik dan pengamat. Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom, Profesor Sutan Nasomal, S.H., M.H., mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera memerintahkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta kementerian terkait guna melakukan audit menyeluruh terhadap skema distribusi bantuan di Kabupaten Bireuen.

Keterangan Warga Blang Awe Jadi Titik Uji Lapangan

Dugaan tersendatnya bantuan ini diperkuat oleh kesaksian dari tingkat lapangan. Sejumlah warga di Arabungong, Dusun Blang Awe, Kecamatan Peudada, mengaku belum menerima paket bantuan logistik apa pun dari pemerintah daerah sejak banjir melanda permukiman mereka.

“Ini yang kami alami sendiri. Di Arabungong, Dusun Blang Awe, bantuan belum kami terima,” ujar salah seorang perwakilan warga setempat saat memberikan keterangan kepada awak media.

Keterangan warga Peudada ini menjadi salah satu sampel krusial yang memerlukan verifikasi faktual segera oleh otoritas terkait. Hal ini sekaligus menjadi indikasi bahwa administrasi pendataan di atas kertas belum sepenuhnya selaras dengan realisasi pemenuhan kebutuhan di lapangan.

Urgensi Transparansi dan Audit Distribusi

Menyikapi polemik ini, Prof. Sutan Nasomal SH MH menegaskan bahwa akuntabilitas penyaluran bantuan bencana bersifat mutlak demi menjaga integritas pemerintah sekaligus melindungi hak-hak dasar warga negara.

“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Wapres bersama menteri terkait untuk mengaudit dan mengurai hambatan penyaluran bantuan di Kabupaten Bireuen. Transparansi tata kelola bencana sangat krusial. Penyelesaian masalah ini tidak boleh mandek pada klaim ketersediaan anggaran, melainkan harus dipastikan bahwa bantuan fisik benar-benar sampai ke tangan yang berhak,” tegas Profesor Sutan Nasomal SH MH.

Baca Juga:  Dari PT.LIH ke PT.PHI, Tuntutan Kemitraan 20 Persen Warga Kuala Terusan Belum Mendapat Kepastian

Secara matematis, deviasi sebesar 28.000 korban yang belum menerima bantuan memerlukan evaluasi multi-institusi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Pemerintah Provinsi Aceh, hingga Pemerintah Pusat. Langkah verifikasi lapangan mendesak dilakukan untuk menjawab lima indikator utama:

(1) Validasi jumlah riil penerima manfaat.

(2) Identifikasi identitas korban yang telah terakomodasi.

(3) Jenis dan volume bantuan yang didistribusikan.

(4) Garis waktu (timeline) penyaluran.

(5) Pemetaan kendala teknis yang menyebabkan puluhan ribu korban lainnya tertahan.

Hak Korban dan Komitmen Pengawalan

Bencana alam bukan sekadar persoalan statistik atau urusan administrasi birokrasi semata. Di balik angka selisih 28.000 jiwa tersebut, terdapat masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, aset produktif, serta akses logistik utama. Publik kini menuntut adanya skema distribusi yang berkeadilan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Audit teknis yang didesak oleh berbagai pihak ini tidak bertujuan untuk mencari kesalahan institusional, melainkan sebagai langkah mitigasi dan perbaikan sistemik agar bantuan kedaruratan dapat disalurkan secara presisi. Masyarakat terdampak membutuhkan kepastian konkret, bukan sekadar pembaruan data di atas kertas.

Profesor Sutan Nasomal SH MH menegaskan akan terus mengawal perkembangan penyaluran bantuan banjir di Kabupaten Bireuen secara berkala demi hak korban dan kemanusiaan. Redaksi juga membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan respons resmi berimbang mengenai dinamika data penyaluran ini.

Narasumber:

Profesor Doktor KH Alhamdhu Sutan Nasomal SH MH

Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Ketua Umum YPLBH, Rektor STIA STIH Pronass

Berita Terkait

KETUA UMUM PERKUMPULAN ADVOKAT MUDA PROF. DR. SUTAN NASOMAL: NEGARA JANGAN JADI MACAN OMPONG! EDDY TANSIL HINGGA KINI BELUM DI TANGKAP!, ADA APA?
WARTAWAN DIDUGA DIINTIMIDASI USAI BERITAKAN PASAR MALAM DI UKUI, WARTANEWSTV DESAK APARAT TANGKAP DAN JEBLOSKAN KE PENJARA! 
HEBOH!! 58 Hektare Jadi Sorotan: Kades Kemang Dilaporkan ke Kejari Pelalawan, Warga Minta Dugaan Penguasaan Lahan Diusut Tuntas! 
Jalan Said Ja’afar Dialihkan Sementara, Warga Sambut Positif Ruang Olahraga Masyarakat
KHIDMAT DAN PENUH HARU, FAREWELL PARADE KENAL PAMIT KAPOLRES PELALAWAN
PROF. DR. SUTAN NASOMAL: “LANTAI ISTANA SEMAKIN LICIN OLEH LIUR PARA PENJILAT!, JANGAN SAMPAI SUARA RAKYAT TERGELINCIR DI DEPAN KEKUASAAN”
Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Dewan Pers Kawal Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Kolut: Jangan Didiamkan, Kapolda Sultra Diminta Pastikan Penanganan Transparan
Prof. DR. Sutan Nasomal Dorong Wacana Rutan Khusus Berfasilitas Lengkap: Negara Perlu Hindari Kesenjangan Perlakuan Tahanan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 04:04

KETUA UMUM PERKUMPULAN ADVOKAT MUDA PROF. DR. SUTAN NASOMAL: NEGARA JANGAN JADI MACAN OMPONG! EDDY TANSIL HINGGA KINI BELUM DI TANGKAP!, ADA APA?

Selasa, 29 September 2026 - 03:07

WARTAWAN DIDUGA DIINTIMIDASI USAI BERITAKAN PASAR MALAM DI UKUI, WARTANEWSTV DESAK APARAT TANGKAP DAN JEBLOSKAN KE PENJARA! 

Selasa, 29 September 2026 - 02:01

HEBOH!! 58 Hektare Jadi Sorotan: Kades Kemang Dilaporkan ke Kejari Pelalawan, Warga Minta Dugaan Penguasaan Lahan Diusut Tuntas! 

Senin, 28 September 2026 - 13:20

Jalan Said Ja’afar Dialihkan Sementara, Warga Sambut Positif Ruang Olahraga Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:42

KHIDMAT DAN PENUH HARU, FAREWELL PARADE KENAL PAMIT KAPOLRES PELALAWAN

Minggu, 27 September 2026 - 12:52

Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Dewan Pers Kawal Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Kolut: Jangan Didiamkan, Kapolda Sultra Diminta Pastikan Penanganan Transparan

Minggu, 27 September 2026 - 10:12

Prof. DR. Sutan Nasomal Dorong Wacana Rutan Khusus Berfasilitas Lengkap: Negara Perlu Hindari Kesenjangan Perlakuan Tahanan

Minggu, 27 September 2026 - 10:04

Prof. Dr. Sutan Nasomal: Penanganan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor Harus Tuntas, Jangan Berhenti di Permukaan

Berita Terbaru