PELALAWAN | Buserinvestigasi24.com
Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H. menyampaikan pesan penuh makna kepada mahasiswa baru Institut Teknologi Perkebunan Indonesia (ITP2I) dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Di hadapan para mahasiswa baru, Husni tidak hanya berbicara mengenai dunia pendidikan, pentingnya menuntut ilmu, serta tantangan yang akan dihadapi generasi muda dalam menapaki masa depan. Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak pernah melupakan sosok yang menjadi bagian penting dari perjalanan hidup mereka: orang tua.
Menurut Husni, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya pendidikan, jabatan, kekayaan, maupun gelar akademik yang berhasil diraih. Di balik setiap pencapaian, terdapat doa, pengorbanan dan perjuangan orang tua yang tidak selalu terlihat.
«“Kalau ingin berhasil, salah satunya adalah hormati orang tua. Jangan pernah merasa bahwa keberhasilan kita hanya karena kemampuan kita sendiri. Di belakang kita ada doa orang tua, ada pengorbanan mereka, ada keringat dan air mata yang mungkin tidak pernah kita lihat,” pesan Husni kepada publik yang hadir.»
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan PKKMB. Sebab, bagi banyak mahasiswa yang hari ini mulai menapaki pendidikan tinggi, perjalanan menuju masa depan tidak berdiri sendiri. Ada orang tua yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. Ada ayah yang menahan lelah demi memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar lebih tinggi. Ada pula ibu yang terus menyertakan nama anaknya dalam doa, bahkan ketika sang anak tidak selalu menyadari besarnya kasih sayang tersebut.
Husni mengingatkan agar kesibukan mengejar cita-cita dan keberhasilan tidak membuat generasi muda kehilangan penghormatan kepada keluarga.
«“Jangan sampai ketika sudah sukses, kita justru lupa kepada orang tua. Sebelum mengejar dunia yang lebih luas, jangan lupakan orang yang pertama kali mengajarkan kita mengenal dunia,” tuturnya kepada awak media Buserinvestigasi24.com.»
Selain mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua, Husni juga mengajak mahasiswa menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk membentuk karakter dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan dan gelar akademik, tetapi juga ruang untuk membangun sikap, tanggung jawab, integritas serta kepedulian sosial.
«“Ilmu itu penting, tetapi ilmu tanpa akhlak akan kehilangan makna. Jadilah orang berilmu yang tetap rendah hati, hormat kepada orang tua, menghargai guru dan dosen, serta peduli kepada masyarakat,” ujarnya kepada publik.»
Ia berharap mahasiswa ITP2I mampu memanfaatkan masa perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan kemampuan untuk berkontribusi bagi lingkungan, daerah, bangsa dan masyarakat.
Bagi mahasiswa baru, PKKMB menjadi pintu awal memasuki fase kehidupan yang berbeda. Mereka akan berhadapan dengan berbagai pengalaman, mulai dari proses pembelajaran, persahabatan, organisasi, tantangan akademik hingga proses menemukan jati diri dan mempersiapkan masa depan.
Karena itu, Husni berpesan agar setiap mahasiswa tetap memiliki kerendahan hati dalam menjalani proses tersebut.
Kesuksesan, kata dia, bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mampu mencapai cita-cita, tetapi juga tentang bagaimana seseorang tetap mengingat nilai-nilai yang membentuk dirinya sejak awal.
Pada akhirnya, pendidikan diharapkan tidak hanya melahirkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga pribadi yang berkarakter, berakhlak, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dan di balik setiap langkah menuju keberhasilan itu, selalu ada tangan-tangan yang pernah menopang, ada perjuangan yang mungkin tidak tercatat, serta ada doa orang tua yang mengiringi perjalanan seorang anak sejak langkah pertamanya.(Jono.Ms).



















