PROF.DR.SUTAN NASOMAL SESALKAN PENGANIAYAAN ART INDONESIA DI MALAYSIA, DESAK PEMERINTAH PERKUAT PERLINDUNGAN PMI

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Buserinvestigasi24.com

16 Juni 2026 – Pakar Hukum Internasional, Prof.Dr.Sutan Nasomal, SH.,MH., menyampaikan keprihatinan dan kecaman keras atas kasus penganiayaan yang dialami seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Indonesia di Malaysia. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan perbuatan keji yang telah melampaui batas kemanusiaan.

Dalam keterangannya kepada sejumlah pimpinan redaksi media nasional dan internasional, Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa pemerintah Indonesia perlu segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri.

“Saya berharap Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dapat membentuk lembaga atau badan khusus yang bertugas melindungi, mengawasi, membina, dan membela tenaga kerja Indonesia di luar negeri, khususnya di kawasan ASEAN, Asia, Afrika, dan negara-negara lainnya. Langkah ini sudah sangat mendesak untuk dilakukan,” ujar Prof. Sutan Nasomal dari kantornya di kawasan Cijantung, Jakarta.

Menurutnya, kasus penganiayaan yang viral saat ini hanyalah satu dari sekian banyak persoalan yang dialami pekerja migran Indonesia di Malaysia. Ia menilai masih banyak kasus serupa yang tidak terungkap ke publik dan tidak mendapatkan perhatian yang memadai.

Prof. Sutan Nasomal menyoroti bahwa berbagai bentuk pelanggaran terhadap hak-hak pekerja migran, mulai dari kekerasan fisik, pemindahan kontrak kerja secara sepihak, hingga dugaan praktik perdagangan manusia, masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia di negara penempatan masih perlu diperkuat. Banyak pekerja migran yang berangkat untuk mencari nafkah demi keluarga, namun justru menghadapi berbagai bentuk penderitaan dan perlakuan yang tidak manusiawi,” tegasnya.

Baca Juga:  Jono.Ms, C.L.F.E. & Rekan Akan Kawal Sampai Tuntas Persoalan Rumah di Palas Berujung Polemik Keluarga, "Sunenti Ade Safitri" Menuntut Hak

Lebih lanjut, ia menilai bahwa mekanisme kerja sama penempatan tenaga kerja antar pemerintah (Government to Government/G to G) perlu dievaluasi secara menyeluruh apabila tidak mampu memberikan jaminan perlindungan yang efektif bagi pekerja migran Indonesia.

Sebagai solusi, Prof. Sutan Nasomal mengusulkan agar setiap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di negara penempatan memiliki Divisi Khusus Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia yang beroperasi secara aktif dan responsif dalam memberikan pendampingan, perlindungan, serta bantuan hukum kepada para pekerja migran.

“Divisi khusus tersebut harus mampu bergerak cepat dalam menangani pengaduan dan memberikan pertolongan kepada warga negara Indonesia yang mengalami permasalahan hukum maupun kekerasan di negara penempatan,” ujarnya.

Selain itu, Prof. Sutan Nasomal juga mendorong pemerintah untuk memperluas lapangan pekerjaan di dalam negeri agar masyarakat Indonesia memiliki lebih banyak pilihan untuk bekerja tanpa harus menghadapi risiko tinggi di luar negeri.

“Pemerintah harus terus berupaya menciptakan kesempatan kerja yang layak bagi rakyatnya sehingga kesejahteraan dapat diwujudkan tanpa harus mengorbankan keselamatan dan martabat warga negara Indonesia,” pungkasnya.

Narasumber:

Prof.Dr.Sutan Nasomal,S.H.,

M.H.

– Pakar Hukum Internasional

– Presiden Partai Oposisi Merdeka

– Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates)

– Pengasuh Pondok Pesantren Ass Saqwa Plus

Berita Terkait

Hujan Tak Menyurutkan Langkah, Juhendri alias Joe Kacaw Resmi Serahkan Berkas Bakal Calon Kades Sungai Ara
Kapolres Baru Pelalawan Pimpin Press Release Perdana di Polsek Pangkalan Kuras, Ungkap Kasus Curas dan Penganiayaan Anak 9 Tahun
KETUA UMUM PERKUMPULAN ADVOKAT MUDA PROF. DR. SUTAN NASOMAL: NEGARA JANGAN JADI MACAN OMPONG! EDDY TANSIL HINGGA KINI BELUM DI TANGKAP!, ADA APA?
WARTAWAN DIDUGA DIINTIMIDASI USAI BERITAKAN PASAR MALAM DI UKUI, WARTANEWSTV DESAK APARAT TANGKAP DAN JEBLOSKAN KE PENJARA! 
HEBOH!! 58 Hektare Jadi Sorotan: Kades Kemang Dilaporkan ke Kejari Pelalawan, Warga Minta Dugaan Penguasaan Lahan Diusut Tuntas! 
Jalan Said Ja’afar Dialihkan Sementara, Warga Sambut Positif Ruang Olahraga Masyarakat
KHIDMAT DAN PENUH HARU, FAREWELL PARADE KENAL PAMIT KAPOLRES PELALAWAN
PROF. DR. SUTAN NASOMAL: “LANTAI ISTANA SEMAKIN LICIN OLEH LIUR PARA PENJILAT!, JANGAN SAMPAI SUARA RAKYAT TERGELINCIR DI DEPAN KEKUASAAN”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:57

Hujan Tak Menyurutkan Langkah, Juhendri alias Joe Kacaw Resmi Serahkan Berkas Bakal Calon Kades Sungai Ara

Rabu, 30 September 2026 - 00:53

Kapolres Baru Pelalawan Pimpin Press Release Perdana di Polsek Pangkalan Kuras, Ungkap Kasus Curas dan Penganiayaan Anak 9 Tahun

Selasa, 29 September 2026 - 04:04

KETUA UMUM PERKUMPULAN ADVOKAT MUDA PROF. DR. SUTAN NASOMAL: NEGARA JANGAN JADI MACAN OMPONG! EDDY TANSIL HINGGA KINI BELUM DI TANGKAP!, ADA APA?

Selasa, 29 September 2026 - 03:07

WARTAWAN DIDUGA DIINTIMIDASI USAI BERITAKAN PASAR MALAM DI UKUI, WARTANEWSTV DESAK APARAT TANGKAP DAN JEBLOSKAN KE PENJARA! 

Selasa, 29 September 2026 - 02:01

HEBOH!! 58 Hektare Jadi Sorotan: Kades Kemang Dilaporkan ke Kejari Pelalawan, Warga Minta Dugaan Penguasaan Lahan Diusut Tuntas! 

Senin, 28 September 2026 - 09:42

KHIDMAT DAN PENUH HARU, FAREWELL PARADE KENAL PAMIT KAPOLRES PELALAWAN

Minggu, 27 September 2026 - 13:14

PROF. DR. SUTAN NASOMAL: “LANTAI ISTANA SEMAKIN LICIN OLEH LIUR PARA PENJILAT!, JANGAN SAMPAI SUARA RAKYAT TERGELINCIR DI DEPAN KEKUASAAN”

Minggu, 27 September 2026 - 12:52

Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Dewan Pers Kawal Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Kolut: Jangan Didiamkan, Kapolda Sultra Diminta Pastikan Penanganan Transparan

Berita Terbaru