PELALAWAN | Buserinvestigasi24.com
Komitmen memperkuat kehidupan keagamaan dan syiar Islam di tengah masyarakat terus mendapat perhatian Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H. Hal itu diwujudkan melalui Pelatihan Imam dan Khatib Tingkat Kabupaten Pelalawan yang digelar di kediaman pribadinya, Jalan Pemda, Rabu (16/09/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan. Sejak awal kegiatan, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh para pemateri yang berkompeten di bidang keagamaan. Hadir sebagai pemateri antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan, Buya Iswadi H. Iswadi M. Yazid, Lc., M.Sy., serta Buya Dr. Sudur, S.Fil., KTU Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Nora, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan pembekalan kepada para peserta. Ketua Pelaksana Pelatihan Imam dan Khatib, Buya H. M. Rais, mengatakan pelatihan tersebut menjadi ruang penting untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, serta keterampilan para peserta dalam menjalankan peran sebagai imam dan khatib di tengah masyarakat.
Menurutnya, seorang imam tidak hanya dituntut mampu memimpin salat, tetapi juga perlu memiliki kemampuan menyampaikan khutbah dengan baik, khususnya dalam pelaksanaan Salat Jumat.
«“Kegiatan ini diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan peserta, sehingga dalam pelaksanaan Salat Jumat, imam juga memiliki kemampuan untuk menjadi khatib. Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan anggaran pribadi H. Husni Tamrin, S.H.,” ujar Buya Rais kepada awak media Buserinvestigasi24.com»
Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan undangan yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh dan khidmat, sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat.
«“Terima kasih atas kedatangan Bapak-bapak dalam acara ini. Semoga kegiatan ini dapat diikuti dengan khidmat dan ilmu yang diperoleh nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Husni Tamrin kepada awak media Buserinvestigasi24.com»
Mantan anggota DPRD Provinsi Riau tersebut menjelaskan, pelatihan imam dan khatib merupakan kegiatan keagamaan kedua yang dilaksanakannya pada tahun 2026. Sebelumnya, ia telah menggelar Pelatihan Memandikan Jenazah, yang juga ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melaksanakan fardhu kifayah.
«“Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan pada tahun ini. Yang pertama adalah Pelatihan Memandikan Jenazah, dan yang kedua adalah Pelatihan Imam dan Khatib,” jelasnya.»
Husni Tamrin menegaskan, kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pelatihan, tetapi dapat melahirkan semangat baru bagi masyarakat untuk terus belajar, memperdalam pemahaman agama, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah. Menurutnya, ilmu keagamaan juga perlu diwariskan kepada generasi muda agar keberadaan imam, khatib, guru mengaji, dan tokoh agama di tengah masyarakat dapat terus berlanjut.
«“Semoga kegiatan ini menjadi semangat bagi kita semua untuk terus belajar dalam beribadah kepada Allah SWT. Ilmu yang kita dapatkan juga hendaknya diteruskan kepada generasi penerus,” tutur Husni Tamrin kepada awak media.»
Masyarakat Apresiasi Kepedulian terhadap Kehidupan Keagamaan
Pelaksanaan pelatihan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan pembinaan keagamaan dinilai memiliki manfaat jangka panjang, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjalankan peran keagamaan di lingkungan masing-masing.
Sejumlah masyarakat menilai perhatian terhadap pembinaan imam dan khatib merupakan langkah yang positif karena keberadaan mereka memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Masyarakat juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak peserta, termasuk kalangan generasi muda.
«“Kami tentu mengapresiasi kegiatan seperti ini. Imam dan khatib memiliki peran penting di tengah masyarakat. Kalau kemampuan dan pemahamannya terus ditingkatkan, insyaallah syiar Islam di Pelalawan juga semakin kuat,” ujar salah seorang masyarakat kepada awak media Buserinvestigasi24.com»
Bagi masyarakat, kegiatan tersebut bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan seseorang dalam memimpin salat atau menyampaikan khutbah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang lebih religius, harmonis, dan berkarakter.
Dengan semangat berbagi ilmu dan memperkuat kapasitas tokoh keagamaan, pelatihan imam dan khatib diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun ekosistem kehidupan beragama yang semakin baik di Kabupaten Pelalawan.
Penulis Berita : Jono.Ms



















