PEKANBARU | Buserinvestigasi24.com
Institut Keislaman Tuah Negeri (IKTN) menorehkan tonggak penting dalam perjalanan pendidikan tinggi Islam di Riau. Untuk pertama kalinya, IKTN menggelar Wisuda Program Sarjana Ke-I yang berlangsung khidmat dan penuh makna di Hotel Grand Suka Pekanbaru, Sabtu (15/08/2026).
Sebanyak 46 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dikukuhkan sebagai sarjana. Wisuda perdana tersebut bukan hanya menjadi momentum berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan kemampuan yang telah diperoleh kepada masyarakat.
Momen bersejarah bagi IKTN itu turut dihadiri Koordinator Kopertais Wilayah XII Riau-Kepri Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, MS., S.E., M.Si., Ak., CA, Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, S.M., M.M., jajaran pimpinan IKTN, sivitas akademika, keluarga wisudawan serta sejumlah tamu undangan.
Kehadiran Prof. H. Ustadz Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D. turut memberikan warna tersendiri dalam prosesi wisuda perdana tersebut. Ustadz Abdul Somad menyampaikan orasi ilmiah sekaligus menitipkan pesan kepada para sarjana agar menjadikan kelulusan sebagai awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Menurutnya, gelar akademik bukanlah akhir dari proses pendidikan. Ilmu yang diperoleh selama berada di bangku perguruan tinggi harus terus dikembangkan dan diwujudkan dalam bentuk pengabdian serta manfaat bagi lingkungan sekitar.
Para wisudawan juga diingatkan untuk menjaga integritas, tidak berhenti mencari ilmu serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan setelah meninggalkan dunia kampus.
Pesan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Bupati Pelalawan H. Zukri Misran. Ia mengingatkan para sarjana agar tidak menjadikan pekerjaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurut Zukri, masa setelah wisuda justru merupakan ruang untuk membuktikan kemampuan, membangun kompetensi dan menciptakan peluang.
“Jangan merasa rendah diri ketika belum mendapatkan pekerjaan. Terus berusaha, tingkatkan kemampuan dan jangan pernah berhenti belajar,” pesan Zukri kepada para wisudawan.
Dengan mengusung semangat “Lulusan Unggul dan Berdaya Saing”, IKTN berharap 46 sarjana perdana tersebut mampu membawa nilai-nilai keilmuan dan keislaman dalam perjalanan pengabdian mereka.
Bagi IKTN, wisuda perdana ini bukan sekadar seremoni akademik. Sebanyak 46 lulusan yang dikukuhkan menjadi bagian dari sejarah awal perjalanan institusi dalam membangun sumber daya manusia yang berilmu, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Lahirnya para sarjana perdana tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi IKTN untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kualitas akademik serta melahirkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dari ruang wisuda, 46 sarjana IKTN kini melangkah menuju babak baru. Gelar yang disandang bukan sekadar tanda keberhasilan menyelesaikan pendidikan, melainkan amanah untuk menghadirkan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat, daerah dan bangsa. (Jono.Ms).




















