PELALAWAN | BUNUT | Buserinvestigasi24.com
Hujan deras mengguyur Sungai Ara, Rabu (30/09/2026). Namun cuaca tak menyurutkan langkah Juhendri alias Joe Kacaw untuk datang ke Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sungai Ara. Di tengah guyuran hujan, Juhendri menyerahkan dokumen persyaratan pencalonannya sebagai bakal calon Kepala Desa Sungai Ara. Ia menjadi bakal calon keempat yang menyerahkan dokumen pencalonan dalam tahapan Pilkades tersebut.
Bagi Juhendri, momen itu bukan sekadar agenda administratif. Ada harapan dan niat pengabdian yang ingin ia titipkan melalui proses demokrasi desa.
Dengan sederhana, ia mengatakan bahwa keputusannya untuk maju berangkat dari keinginan untuk ikut mengambil bagian dalam membangun kampung halaman.
«“Saya datang bukan karena merasa paling hebat atau paling mampu. Saya hanya ingin ikut berbuat dan memberikan apa yang saya bisa untuk kampung halaman. Sungai Ara adalah tempat kita bersama, tempat kita tumbuh dan menjalani kehidupan,” ujar Juhendri kepada Awak Media Buserinvestigasi24.com.»
Menurutnya, menjadi kepala desa bukanlah tentang mengejar kedudukan semata. Lebih dari itu, jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan kedekatan dengan masyarakat.
Karena itu, ia berharap seluruh tahapan Pilkades Sungai Ara dapat berlangsung dengan suasana yang sejuk, aman dan penuh rasa kekeluargaan.
“Perbedaan pilihan itu hal yang biasa. Kita boleh berbeda dalam menentukan pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling bermusuhan. Semua yang maju adalah bagian dari keluarga besar Sungai Ara,” katanya.
Juhendri juga mengajak masyarakat agar menjadikan Pilkades sebagai momentum untuk mempererat kembali hubungan antarsesama warga, bukan justru menjadi sumber perpecahan.
Baginya, siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat tetap memiliki tanggung jawab yang sama, yakni membawa Sungai Ara menjadi desa yang lebih baik.
“Menang atau kalah itu bagian dari proses demokrasi. Yang jauh lebih penting adalah setelah semua selesai, kita tetap bisa duduk bersama, saling menyapa dan bergotong royong membangun kampung ini,” tuturnya.
Tentang hujan yang mengiringi langkahnya saat menyerahkan berkas, Juhendri memilih memaknainya secara sederhana.
“Hujan hari ini mungkin menjadi cerita kecil yang akan saya ingat. Kita tidak pernah tahu bagaimana perjalanan ke depan. Yang bisa kita lakukan adalah melangkah dengan niat baik dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT,” ucapnya kepada awak media.
Ia pun menyampaikan harapan agar seluruh calon, pendukung, tokoh masyarakat, serta warga Sungai Ara bersama-sama menjaga suasana Pilkades tetap damai dan bermartabat.
“Jangan karena Pilkades kita kehilangan saudara. Setelah kontestasi selesai, kita semua tetap orang Sungai Ara. Rumah kita sama, kampung kita sama. Mari kita jaga bersama,” pungkas Juhendri. (Jono.Ms).



















