PT. Eluan Mahkota Diduga Masih Beroperasi Meski Sudah Disegel Kejagung – Publik Bertanya, Ada Apa?

- Penulis

Senin, 1 September 2025 - 12:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rohul|Buserinvestigasi24.com

Publik kembali dikejutkan dengan kabar mengejutkan terkait aktivitas PT. Eluan Mahkota. Perusahaan yang disebut-sebut sudah disegel oleh penyidik Kejaksaan Agung itu, ternyata diduga masih tetap beroperasi seperti biasa. Fakta mengejutkan di lapangan menimbulkan tanda tanya besar: bagaimana mungkin perusahaan yang sudah mendapat penyegelan tetap beraktivitas tanpa hambatan sedikitpun? Senin (01/09/2025)

Lebih ironis lagi! N. Hutabarat selaku Humas PT. Eluan Mahkota justru diduga menghalang-halangi kerja tim investigasi, termasuk Ketua Satgassus KpK Tipikor Provinsi Riau Julianto dan Ketua DPD LSM Penjara Asep Susanto,S.H., yang sedang melakukan penyelidikan langsung karna telah di stop, dikejar dan dihadang oleh security PT tersebut Tindakan seperti ini tentu dianggap sebagai sikap tidak kooperatif, bahkan bisa memicu kecurigaan publik: ada apa di balik semua ini?

Tak hanya itu, muncul pula sorotan tajam terhadap Satgas PKH. Selama ini, masyarakat bertanya-tanya: kemana saja Satgas PKH? Kok bisa diam seribu bahasa melihat kejanggalan yang sudah jadi konsumsi publik? Apakah fungsi pengawasan dan pengendalian hanya sebatas di atas kertas tanpa aksi nyata di lapangan? Jika benar demikian, maka keberadaan Satgas PKH dipertanyakan efektivitas dan komitmennya dalam menegakkan aturan oleh masyarakat.

Kini, desakan keras datang dari masyarakat rohul, Mereka tidak hanya meminta Satgas PKH segera menutup dan menyegel PT Eluan Mahkota, tetapi juga menuntut seluruh lembaga terkait di Rohul untuk ikut turun tangan.

Masyarakat mendesak :

1.) Kejaksaan Negeri Rohul untuk segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran hukum.

2). Pengadilan Negeri Rohul agar memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil.

3). Polres Rohul untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu.

4). Dandim Rohul untuk ikut mengawal agar tidak ada pihak yang coba-coba bermain di balik layar.

5). Bupati Rohul agar menunjukkan sikap tegas sebagai pemimpin daerah, bukan sekadar diam melihat keresahan masyarakat.

Publik menegaskan: bila seluruh institusi ini hanya berdiam diri, maka kepercayaan masyarakat akan runtuh, dan hukum dianggap hanya alat mainan yang tajam ke rakyat kecil tapi tumpul terhadap korporasi besar.

Baca Juga:  Tahanan Narkoba Yang Kabur dari PN Pelalawan Telah Berhasil Ditangkap~Alarm Keras untuk Sistem Pengamanan Sidang

Secara hukum, tindakan menghalangi proses penyelidikan bukanlah hal sepele. Dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, disebutkan bahwa siapa pun yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan penyidikan dapat dipidana penjara hingga 12 tahun dan denda hingga Rp600 juta

Serta UU Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 4 Menghalangi kerja Wartawan dapat dipidana penjara 2 tahun atau denda Rp500 juta.Artinya, dugaan penghalang-halangan oleh pihak tertentu bisa berpotensi masuk ranah pidana serius.

Selain itu, aktivitas perusahaan yang diduga tetap berjalan meski sudah disegel juga berpotensi menimbulkan dampak negatif yang serius :

1). Kerugian negara akibat potensi kebocoran pajak dan manipulasi hasil usaha.

2). Kerusakan lingkungan, jika operasi perusahaan menyangkut eksploitasi alam yang tidak terkendali.

3). Rasa ketidakadilan di masyarakat, karena hukum seolah hanya tegas kepada rakyat kecil, sementara perusahaan besar bisa kebal hukum.

4). Menurunnya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan.

Ketua LSM Penjara asep susanto.S.H., dan Ketua Satgasus KpK Tipikor Julianto menegaskan, penyegelan tanpa tindakan lanjut hanyalah simbol tanpa arti. Jika aturan bisa dilanggar secara terang-terangan, maka wibawa aparat penegak hukum dipertaruhkan di mata rakyat.

 

Kasus PT. Eluan Mahkota ini bukan sekadar soal segel yang dilanggar, tapi soal wibawa hukum yang telah dipermainkan. Bila aparat penegak hukum di Rohul – mulai dari kejaksaan, pengadilan, kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah – tidak segera bertindak, maka publik akan menilai mereka hanya menjadi penonton dalam drama ketidakadilan.

 

Masyarakat kini menunggu bukti nyata: apakah semua aparat penegak hukum untuk secepatnya berani menutup dan menyegel perusahaan ini, atau justru tetap bungkam dan membiarkan hukum jadi tontonan murahan?

 

Ketua DPD LSM Penjara

Asep Susanto,S.H.

Ketua Satgasus KPK Tipikor Riau

Julianto & Tim Redaksi

Berita Terkait

LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
DUGAAN PENGABAIAN SEMPADAN SUNGAI DI AREAL PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, WARGA DESAK APARAT PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN
Luar Biasa! Bupati Pelalawan Turun Langsung Tinjau Warganya Yang Kena macet di KM 83 Desa Kemang, Pekerjaan Jalan Dihentikan Sementara
K.Yose Silaban,S.H. & Partner Desak Kasat Reskrim Polres Siak Segera Tangkap dan Proses Hukum “AMARONES NDURU Cs” — Tokoh Adat Nias Bersuara: “Kalau Tak Sanggup Bekerja Untuk Rakyat, Mundur Saja Pak!”
Aipda Marmin,S.H, Bersama Pemerintah Desa Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu, Wujud Kepedulian HUT Bhayangkara ke-80
PT.MERIDAN SEJATI SURYA PLANTATION/ANAK PERUSAHAAN SURYA DUMAI GROUP DIDUGA MELINDUNGI DAN MEMELIHARA SEORANG “PERAMPOK/BEGAL”
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:18

“Jangan Biarkan Rakyat Kecil Kehilangan Harapan”: Mashuri Memohon Ketua DPRD Pelalawan Bantu Cari Jalan Keadilan atas Kebun Sawit Bersertifikat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:21

H. Yose Indrawan, ST Nyatakan Kesiapan Maju di Pilkada Pelalawan, Fokus Serap Aspirasi Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:31

Kasus HIV di Pelalawan Bertambah 24 Orang hingga Juli 2026, Total Tercatat 600 Kasus

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:27

DUGAAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN PT MPP MENGGUNCANG KOLAKA: PROF SUTAN NASOMAL DESAK KAPOLDA SULTRA PERINTAHKAN KAPOLRES KOLAKA BUKA TERANG SELURUH RANTAI PERISTIWA

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:43

TIGA TAHUN NYAWA POREPADANG–SABRIANI TERENGGUT, KEADILAN MASIH DIPERTANYAKAN: PUBLIK MENAGIH JAWABAN POLDA SULBAR!

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:10

Tiga Warga Nias Meninggal dalam Rentang Tiga Bulan, Pemuda Demokrasi Indonesia Desak Pengusutan Transparan

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:04

Prof. Sutan Nasomal Dorong Presiden Prabowo Perintahkan Kemenlu dan Kemenaker Selamatkan TKW Asal Tangerang di Libya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:42

Bupati Pelalawan terima penghargaan, pada peringatan HUT Propinsi Riau ke-69

Berita Terbaru