LSM Penjara Indonesia Minta Aparat Segera Periksa Dugaan Pelanggaran di Kilang Sagu Sio A Hiang

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 13:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru | Buserinvestigasi24.com

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Penjara Indonesia Provinsi Riau melayangkan surat teguran keras kepada sejumlah instansi pemerintah terkait dugaan pelanggaran serius di sebuah usaha kilang sagu Sio A Hiang yang berlokasi di Desa Tanjung Pranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Surat tersebut diterbitkan pada 14 April 2026 setelah tim melakukan investigasi lapangan beberapa hari sebelumnya.

Hasil investigasi mengungkap berbagai dugaan pelanggaran yang mencakup aspek ketenagakerjaan, keselamatan kerja, lingkungan hidup, hingga hak asasi manusia. Temuan ini dinilai bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan telah menyentuh sisi kemanusiaan dan perlindungan hak dasar pekerja.

Dalam aspek ketenagakerjaan, ditemukan bahwa 18 pekerja hanya menerima upah harian berkisar antara Rp80.000 hingga Rp95.000, angka yang diduga jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kepulauan Meranti. Selain itu, para pekerja tidak memiliki kepastian kerja, tidak mendapatkan perjanjian kerja yang layak, serta tidak terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

Kondisi tersebut diperparah dengan dugaan adanya penahanan dokumen identitas pribadi pekerja seperti KTP oleh pihak pemilik usaha. Praktik ini dinilai berpotensi melanggar kebebasan pekerja serta menciptakan hubungan kerja yang tidak sehat dan menekan.

“Temuan ini sangat memprihatinkan. Para pekerja tidak hanya menerima upah di bawah standar, tetapi juga kehilangan hak dasar mereka sebagai tenaga kerja, termasuk jaminan sosial dan kebebasan atas identitas pribadi,” ujar Jhon Purba Sekretaris DPD LSM Penjara Indonesia dalam keterangannya.

Baca Juga:  Karhutla Mulai Terkendali, Bupati Zukri Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan di Pelalawan

Dari sisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), para pekerja diketahui tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) seperti sepatu safety, helm, sarung tangan, maupun masker. Bahkan sebagian pekerja hanya menggunakan sandal saat bekerja di area berisiko tinggi, tanpa adanya standar operasional prosedur keselamatan kerja yang jelas.

Selain itu, aspek kesejahteraan pekerja juga menjadi sorotan. Para pekerja diduga tidak mendapatkan akses air bersih yang layak konsumsi. Air yang digunakan berasal dari sumber air gambut atau sungai yang terasa asin dan tidak memenuhi standar kesehatan, sehingga berpotensi membahayakan dalam jangka panjang.

Di bidang lingkungan hidup, ditemukan dugaan bahwa limbah cair hasil produksi kilang sagu tidak dikelola dengan baik. Limbah tersebut disebut langsung dialirkan ke kawasan mangrove dan berujung ke laut tanpa melalui proses pengolahan yang sesuai standar, sehingga berpotensi merusak ekosistem dan mencemari lingkungan.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka tidak hanya pekerja yang dirugikan, tetapi juga masyarakat sekitar dan lingkungan hidup. Kami mendesak adanya tindakan tegas dan pemeriksaan menyeluruh dari instansi berwenang,” tegas Jhon Purba.

Menanggapi hal tersebut, DPD LSM Penjara Indonesia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan inspeksi mendadak, investigasi menyeluruh, serta mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melanggar hukum. Mereka juga meminta perlindungan bagi para pekerja dari potensi intimidasi serta pengawasan berkala terhadap usaha sejenis di wilayah Kepulauan Meranti.

Tim/Redaksi

Berita Terkait

Polsek Tambusai Utara Tangkap Dua Pengedar Narkotika di Mahato, Sita Barang Bukti 22 Paket Sabu
2.090 HEKTARE LAHAN ULAYAT PALAS MEMANAS! Dugaan Panjar Fantastis Mencuat, Aktivitas Panen Akasia Disorot — APH DITANTANG BONGKAR SIAPA YANG BERMAIN
LAHAN ULAYAT 2.090 HEKTARE DI DESA PALAS JADI SOROTAN: KADES SAMSARI DITUDING, PT ARARA ABADI DISOROT — APARAT DITANTANG BUKA-BUKAAN
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
DUGAAN PENGABAIAN SEMPADAN SUNGAI DI AREAL PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, WARGA DESAK APARAT PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 04:48

KAPOLRES PELALAWAN PIMPIN LANGSUNG PEMADAMAN KARHUTLA DIDESA RANTAU BARU, API BERHASIL DIJINAKKAN

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:43

Proyek Jalan Rp;30,2 Miliar di Medang Deras Disorot: Muncul Retakan, APD Tak Digunakan, Warga Keluhkan Debu

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:02

Dari PT.LIH ke PT.PHI, Tuntutan Kemitraan 20 Persen Warga Kuala Terusan Belum Mendapat Kepastian

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:11

Pengasuh Ponpes Darul Musthofa Assalafiyah Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polda Riau

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:29

PANEN JAGUNG PIPIL KUARTAL III, POLRES PELALAWAN DUKUNG KETAHANAN PANGAN DI SIALANG INDAH

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:49

Profesor Sutan Nasomal Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Konferensi Kerja PGRI Aceh Singkil

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:41

Prof.DR.Sutan Nasomal: Presiden Harus Waspada, Daya Beli Melemah dan Pedagang Kecil Terancam Gulung Tikar

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:32

PROF DR SUTAN NASOMAL SARJANA TEMBUS LEBIH DARI 1 JUTA MENGANGGUR DI INDONESIA. JANJI PRESIDEN DI TAGIH RAKYAT

Berita Terbaru